Behind His Perfect Smile - TOXIC 2

Behind His Perfect Smile - TOXIC 2

  • WpView
    Reads 1,050
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
BOOK TOXIC 2 Roseanne tidak pernah menyangka satu kesalahan kecil akan menyeretnya ke dalam hidup seorang selebriti terkenal bernama Jeon Jungkook. Dari tuduhan penguntit, hingga sebuah permintaan maaf singkat-Rose mengira itu hanya akan menjadi pertemuan sekali seumur hidup. Namun beberapa waktu kemudian, Jungkook kembali muncul di hadapannya. Bukan sebagai sosok yang tak tersentuh di layar kaca, melainkan sebagai pria yang menawarkan sesuatu yang jauh lebih tidak masuk akal: pernikahan kontrak. Tanpa cinta. Tanpa pilihan lain. Sebuah kesepakatan yang tidak bisa Rose tolak karena rasa cinta dan iba yang terlalu tipis. Dan pada akhirnya, Rose terima. Dengan satu keyakinan sederhana-bahwa Ia hanya sedang membantu seseorang yang pernah meminta maaf padanya. Tanpa Ia sadari, keputusan itu justru menyeretnya ke dalam hidup Jungkook yang sebenarnya. Jauh dari citra sempurna yang selama ini Ia lihat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Last Hope - Cawooz
  • Same, But Not
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • I'm Not Just a Figuran
  • Justine
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Garwo
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines