[✔] Promise | Leowon

[✔] Promise | Leowon

  • WpView
    Reads 822
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
[ SHORT AU ] Bagi Lee Sangwon, Lee Leo adalah pusat semestanya. Sebuah janji untuk selalu bersama telah mereka ikat erat. Namun, sebuah kecelakaan tragis merenggut paksa dunia indah itu dalam semalam. Leo terbangun dengan sebagian ingatan yang terhapus dan sialnya, bagian yang hilang itu adalah kisah cinta mereka. Di mata Leo saat ini, Sangwon tak lebih dari sahabat terbaik tempatnya berbagi tawa, bukan kekasih yang biasa mendekapnya hangat. Demi menjaga denyut di kepala Leo agar tak kembali didera sakit luar biasa, Sangwon memilih mengalah pada takdir. Ia menelan bulat-bulat status "sahabat" yang diberikan Leo. Sangwon memasang topeng ketegaran, tersenyum menyakitkan setiap kali Leo menceritakan ketertarikannya pada orang lain, tanpa menyadari bahwa keputusannya untuk berpura-pura justru menjadi belati yang mengikis hatinya sendiri setiap hari. Sampai kapan Sangwon sanggup bertahan dalam lingkaran kebohongan demi sebuah janji? Dan akankah hati Leo mengenali kembali pemiliknya, meski ingatannya telah mengkhianatinya? "Aku bisa menahan sakit di hatiku, asal kepalamu tidak lagi terluka karena mencoba mengingatku." Start‐01'06'26 Finish-12'06'26 Lee leo Lee Sangwon
All Rights Reserved
#44
leowon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines