Aku tidak butuh takhta jika itu berarti aku harus melihatmu terluka. Aku lebih rela kehilangan seluruh Joseon daripada harus kehilanganmu." - Wang Jeong-guk Tujuh tahun lalu, klan Min dibantai habis atas tuduhan pengkhianatan palsu. Min Li-sa, putri satu-satunya yang tersisa, terpaksa membuang nama bangsawannya dan hidup merangkak sebagai dayang perpustakaan rendahan. Tujuannya hanya satu: bertahan hidup tanpa terlihat di dalam Istana Gyeongbok tempat yang telah merebut segalanya darinya. Namun, takdir justru menariknya ke dalam pelukan Wang Jeong-guk, Sang Putra Mahkota yang dijuluki 'Naga Berdarah Dingin'. Pria yang ditakuti oleh seluruh menteri dan tak kenal ampun di medan perang itu, ternyata menaruh seluruh kewarasan dan hatinya di telapak tangan Li-sa. Ketika rahasia masa lalu Li-sa terungkap dan intrik mematikan dari Faksi Noron mengancam nyawanya, Jeong-guk menolak untuk diam. Dari siksaan di tengah salju yang membeku, racun mematikan di dalam secangkir teh, hingga pecahnya pemberontakan berdarah yang dipimpin oleh sang adik tiri, Pangeran Tae-hyung Jeong-guk akan melakukan apa pun untuk melindungi wanitanya. Sang Naga siap membakar dunia, memenggal para pengkhianat, dan menghancurkan tradisi poligami kerajaan yang telah bertahan berabad-abad demi satu sumpah mutlak: Min Li-sa tidak akan menjadi sekadar selir. Ia akan menjadi Permaisuri, satu-satunya wanita yang mendampinginya di atas singgasana berdarah Joseon. Cinta, pengkhianatan, dan pembalasan dendam. Mampukah cahaya sang Permaisuri bertahan di tengah pekatnya ambisi istana?
More details