Di sekolah, Clarissa dikenal sebagai Ketua OSIS berdarah dingin yang tidak kenal kompromi. Aturan adalah harga mati, dan siapa pun yang melanggar harus siap berhadapan dengan tatapan tajamnya.
Sampai sore itu, di bawah guyuran hujan deras di halte sekolah yang sepi, Clarissa menemukan "pelanggaran" paling aneh dalam hidupnya. Miko, adik kelasnya yang terkenal pendiam, sedang berjongkok basah kuyup, menangis pelan hanya demi memayungi seekor anak kucing telantar di dalam kardus.
Alih-alih takut saat ketahuan melanggar jam pulang sekolah, Miko justru mendongak dengan mata berkaca-kaca dan berbisik lirik, "Kak... tolongin kucingnya, kasihan kedinginan..."
Naluri penyayang Clarissa yang selama ini tersembunyi runtuh seketika. Malam itu, Clarissa tidak hanya membawa pulang seekor anak kucing malang ke rumahnya, tapi juga satu "anak kucing" berwujud manusia yang ternyata luar biasa manja, penurut, dan pelan-pelan mulai mengacaukan isi hatinya.
Sejak hari itu, Miko tahu... pawang terbaiknya bukan lagi sang Ibu, melainkan Kakak Ketua OSIS-nya sendiri.
All Rights Reserved