The Minister

The Minister

  • WpView
    MGA BUMASA 22
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, May 31, 2026
Aku sudah berdamai dengan kenyataan bahwa aku akan menikah dengan sepupuku sendiri. Yang tidak pernah kuduga adalah aku ditinggalkan di hari pernikahanku oleh pria yang seharusnya menjadi suamiku. Lalu dia datang. Devan Hardian. Kakak sahabatku. Menteri termuda di kabinet. Pria yang namanya lebih sering muncul di televisi daripada di rumahnya sendiri. Dan orang terakhir yang kuharapkan menyelamatkanku. Aku mengira pernikahan ini hanya kesepakatan. Ternyata, bagi Devan Hardian, aku adalah satu-satunya hal yang tidak pernah ingin dia lepaskan.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman