Di gurun, kehormatan diwariskan seperti nama keluarga.
Dan kebencian diwariskan lebih lama daripada cinta.
Ayla binti Rashid Al-Harith adalah putri dari Kabilah Al-Harith, kabilah penyair yang dihormati karena syair-syair mereka yang mampu menghidupkan kisah para leluhur. Sejak kecil, Ayla diajarkan untuk menjaga nama keluarganya, menghormati tradisi, dan menjauhi satu keluarga yang telah menjadi musuh kabilahnya selama puluhan tahun.
Al-Malik.
Sementara itu, Ibrahim ibn Faris Al-Malik adalah pewaris keluarga pedagang rempah terbesar di gurun. Seluruh hidupnya telah ditentukan oleh tanggung jawab, perjanjian dagang, dan kehormatan keluarga yang harus ia jaga.
Mereka tidak seharusnya bertemu.
Mereka tidak seharusnya berbicara.
Dan mereka jelas tidak seharusnya saling jatuh cinta.
Namun di bawah cahaya Thuraya, gugusan bintang yang selama berabad-abad menjadi penunjuk jalan para musafir gurun, takdir mempertemukan mereka dalam sebuah perjalanan yang mengubah segalanya.
Ketika jalur perdagangan rempah mulai diperebutkan oleh kabilah-kabilah lain, rahasia lama yang selama ini terkubur di bawah pasir perlahan terungkap. Rahasia yang dapat menghancurkan Al-Harith. Rahasia yang dapat menjatuhkan Al-Malik.
Kini Ayla dan Ibrahim harus memilih.
Mempertahankan cinta yang dapat membuat mereka kehilangan segalanya.
Atau mengorbankan perasaan demi menjaga kehormatan keluarga mereka.
Karena terkadang, musuh terbesar bukanlah orang yang berdiri di hadapanmu.
Melainkan masa lalu yang menolak untuk dilupakan.
"Aku dapat menemukan jalan di tengah badai pasir, menuntun karavan melintasi gurun yang tak berujung, tetapi aku tidak pernah menemukan jalan untuk menjauh darimu."
- Ibrahim ibn Faris Al-Malik
"Mereka mengajariku cara menulis puisi tentang keberanian, tetapi tidak pernah mengajariku bagaimana cara melupakan seseorang yang telah menjadi bait terindah dalam hidupku."
- Ayla binti Rashid Al-Harith
Tous Droits Réservés