Cold Winter in Edinburgh

Cold Winter in Edinburgh

  • WpView
    LECTURAS 125
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 24, 2026
​"Kamu bukan sekadar obat penenang bagi jiwaku yang sakit, Fiona. Kamu adalah obsesiku yang baru." ​Fiona Avery mengira hidupnya berakhir saat sang ayah menjadikannya jaminan utang judi kepada Nikolai Volkov-sang predator puncak sindikat Eropa Timur yang kejam dan menderita insomnia akut. Dikurung di Blackwood Castle, Fiona dipaksa memainkan biolanya setiap malam, menjadi satu-satunya melodi yang mampu meredam kegilaan di kepala Nikolai. ​Namun, di balik jerat Stockholm Syndrome yang perlahan mencekik logikanya, sebuah konspirasi berdarah mulai terkelupas. Nikolai tidak hanya menginginkan jemari Fiona di atas senar biola. Ada rahasia kelam masa lalu, warisan miliaran dolar, dan pengkhianatan orang terdekat yang mengunci takdir mereka berdua. ​Saat Blackwood Castle dibakar, perang antar-faksi pecah dari menara kaca London hingga ombak dingin Laut Utara. Di tengah badai peluru dan konspirasi yang membakar samudera, siapakah yang sebenarnya menjadi tameng, dan siapa yang menjadi umpan? ​Ketika sang monster tersedot ke dalam kegelapan lautan, apakah melodi Fiona telah benar-benar usai ... atau justru sebuah simfoni yang jauh lebih berdarah baru saja dimulai?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Dateline [END]
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Be My Wife
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido