Disetiap detak jantung Malioboro, kita temukan takdir yang berbisik tentang selamanya.
"Va... lo tahu nggak bedanya lo sama Malioboro?"
Lavanya mengernyitkan dahi, kaget mendengar Ganesha mulai melempar teka-teki. "Apa? Malioboro ramai, kalau aku enggak?"
"Bukan," jawab Ganesha.
Lavanya bisa membayangkan cowok itu sekarang sedang meremas bantal atau membuang muka meski sedang menelepon.
"Kalau Malioboro itu tempat orang pulang buat cari kenangan. Kalau lo... tempat gue pulang buat cari masa depan."
"Satu lagi. Lo tahu kenapa Jogja itu istimewa?"
"Kenapa?"
"Karena di sini ada lo. Kalau nggak ada lo, Jogja cuma kota tua yang macet dan panas. Tapi karena ada lo, Jogja jadi satu-satunya tempat yang nggak mau gue tinggalin."
Lavanya benar-benar kehilangan kata-kata. Ganesha mungkin masih kaku, tapi serangan gombalannya yang jujur dan apa adanya.
All Rights Reserved