Three Witches And Three Artifacts

Three Witches And Three Artifacts

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 4, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Romance
Happy Ending
Bercerita tentang tiga sosok, yang terlahir bukan sepenuhnya manusia, Mereka berasal dari sebuah Kepompong yang menggantung tinggi di atas pohon kapas keabadian, Saat Gerhana bulan merah, mereka lepas dan lahir. Ketiga pria berwajah tampan dan gaga mencari para penerus yang akan membantu mereka untuk melawan kekuatan hitam, Perjalanan panjang yang mereka lalui akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2015 saat Gerhana bulan merah muncul kembali, mereka bisa melacak keberadaan Manusia yang memiliki potensi yang hampir sama dengan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines