Anasera, selepas hujan

Anasera, selepas hujan

  • WpView
    Reads 756
  • WpVote
    Mga Boto 132
  • WpPart
    Mga Parte 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jul 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Hujan turun tanpa henti, seperti harapan Sera yang terus tumbuh bersama perih. Hingga hari ini, Sera masih berharap menjadi dirinya 10 tahun lalu. Ketika kasih sayang masih menyelimuti jejak nya. Kebahagian Hiraka dan Wiratmaja adalah hal yang selalu di usahakan oleh Sera. Namun mengapa mereka mengangap bahwa Sera yang menjadi alasan perginya bahagia dari keluarga mereka? Kemana perginya tawa yang selalu mengiringi Sera dahulu, kini hanya ada cacian dan makian. Apa alasan Sera mengiyakan 77× pertanyaan sebelum ia dilahirkan?
All Rights Reserved
#121
cerita
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman