Possessive Desire

Possessive Desire

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bad Boy
Dark Romance
Highschool
Zeline. Cewek nekat yang diam-diam mengagumi salah satu dari Tiga Bangsawan Golden High School. "Pacar pertama gue harus cowok yang sempurna. Dan cowok itu adalah Raden Rakshendra Bratadiningrat." "Gila! Lo sama Rakshendra? Enggak mungkin, Zel!" "Mimpi lo ketinggian, Zel." Zeline berkacak pinggang sambil mendengus pelan. "Kalian lihat aja nanti!" Dan benar saja. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Raden Rakshendra Bratadiningrat--lelaki yang sulit disentuh siapa pun itu--akhirnya menjadi milik Zeline. Atau... justru Zeline yang perlahan menjadi milik Rakshendra? "Zel, gue orangnya posesif." "Enggak apa-apa." "Enggak apa-apa?" ulang Rakshendra pelan, memastikan. "Iya," jawab Zeline mantap. Rakshendra tersenyum tipis. Tatapannya sulit dibaca. "Kalau suatu hari gue cemburu berlebihan... jangan pernah berusaha kabur ya, Zel." Karena sekali Rakshendra menginginkan sesuatu, dia tidak akan membiarkannya pergi. ### Mulai 1 Juni 2026. Tamat pada...
All Rights Reserved
#121
gemes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines