Dimana Yang Katanya Rumah Itu?

Dimana Yang Katanya Rumah Itu?

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete about 22 hours ago
Kalian pasti ada yang tau, bahwa anak pertama adalah awal dari segalanya. ia harus berusaha baik dan harus kuat untuk menjaga adik adiknya. sebenarnya ada saja anak yang kuat menghadapi itu, tapi ada juga yang tidak kuat menahan. disini kita akan menceritakan pengalaman Kayla sebagai anak pertama perempuan yang harus kuat dan berusaha baik untuk adik dan orang tuanya. apakah Kayla akan kuat menghadapi itu semua? apalagi ia seorang perempuan. kalau ingin tahu jangan lupa baca ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Wolf Husband
  • Reborn: Membatalkan Pernikahan, Membuat Pangeran Kejam Kehilangan Kendali
  • [END] Pangeran Bupati hanya Menyukaiku
  • The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel"
  • THE UNTAMABLE DUCHESS OF THE NORTH
  • Swarayesha : Pāṇḍava Priyā
  • LADY AINSLEY
  • Tenggelam dalam Hindia [END]
  • The Bride of The Silent Duke
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri

Lin Shuishi terlahir lumpuh dari pinggang ke bawah, tetapi meninggal dalam kecelakaan mobil saat berusaha menyelamatkan ibunya. Tanpa diduga, ia bertransmigrasi ke tubuh seorang "Ger" (pria yang dapat melahirkan anak) di zaman kuno. Sebelum ia sempat berpikir jernih, ia disumpal dan diikat, sementara penduduk desa berencana membawanya ke Gunung Dongshan sebagai persembahan bagi para serigala. "Apakah aku akan mati secepat ini...?" Namun Lin Shuishi berteriak dalam hatinya: "Akhirnya aku punya kaki! Sekalipun aku akan mati, aku akan memilih untuk lari menuju kematian!" Maka, kawanan serigala di Gunung Dongshan menyaksikan "binatang berkaki dua" berlari dengan liar menembus hutan bersalju... Para serigala mengira ini semacam kegilaan, takut menular, dan memutuskan untuk mengatasinya! Maka, mereka memanggil saudara Raja Serigala, yang juga berkaki dua. Tanpa sepatah kata pun, pemimpin kedua, Fuli, mengangkatnya dan melemparkannya ke sarang serigala miliknya. Tahun berikutnya, berkat kerja keras mereka siang dan malam, mereka akhirnya memiliki seekor anak serigala. Tetapi ketika Fuli, sang suami serigala, melihat kesebelas anak serigala di sarang Raja Serigala, dan kemudian ke anak serigala tunggal yang lahir dari suami kecilnya, mata emas gelapnya dipenuhi kebingungan! "Apa aku tidak sekuat Raja Serigala? Seharusnya tidak begitu! Yah, sudahlah, aku harus bekerja lebih keras mulai sekarang!" (Sisipkan ekspresi ketakutan Lin Shuishi di sini)

More details
WpActionLinkContent Guidelines