NOT MEANT TO BE

NOT MEANT TO BE

  • WpView
    Lecturas 10,116
  • WpVote
    Votos 970
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, jun 23, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Aku mau kita cerai." Bagai tersambar petir, tubuh Lalisa kaku, detak jantungnya terasa berhenti untuk sepersekian detik, dan senyum yang sebelumnya menghiasi bibirnya hilang seketika. Jennie segera mengalihkan pandang setelah itu, melepas tangan Lalisa yang masih melingkari tubuhnya, dan mengambil jarak sedikit lebih jauh. "Kamu bercanda?" suara Lalisa terdengar berat, memaksa untuk tetap tenang saat ia merasa sangat terluka, "bayi kita sedang tumbuh di rahim kamu, Jennie.. tega kamu menginginkan perceraian semacam ini?" "Kamu salah.. Lalisa, bayi ini bukan anak kamu.." "Jangan berusaha merendahkan dirimu sendiri, karena aku tidak akan pernah percaya!" gertak Lalisa. "Kenapa?" Jennie melempar tanya, "berkencan dengan pria lain saat aku menikah denganmu saja aku bisa, kenapa mengandung anak pria lain aku tidak bisa?"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Siap-siap Jadi Ibu
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Sweetly Tied
  • Under The Authority Of Senopati
  • Círculo del Destino
  • Out of Reach (Selesai)
  • Night Calls
  • The Last Yes!
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • (Not) BELONG TO YOU

Sejak awal pernikahan, Vanila Anggraini sudah menegaskan satu hal: dia memilih childfree. Namun suatu malam, sepulang dari kantor, Vani disuguhi adegan perselingkuhan suaminya, Riki. Tepat di dapur rumah mereka sendiri. Vani hanya menyapa dingin, lalu mengunci diri di kamar, menangis sepuasnya. Dia patah hati, sekaligus sadar bahwa ego laki-laki untuk memiliki keturunan memang tidak akan pernah bisa dia penuhi. Vani menolak luka dan menjadi seorang workaholic. Di tengah tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya itulah ia bertemu dengan Danuarta. Klien duda, anak satu. "Boleh aku panggil Ibu?" Vani sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tertawa garing, berusaha mencairkan kekakuannya sendiri. "Hahahaha... boleh, boleh banget, kok." Siapa sangka, tingkah absurd remaja itu justru pelan-pelan membuat keduanya dekat, persis seperti Ibu dan Anak. Tanpa sadar juga menarik Vani semakin jauh ke dalam kehidupan sang duda. Setelah setahun mengenal, Vani kembali mengenakan cincin di jari manisnya, juga resmi memegang peran baru yang paling ia hindari dulu. Menjadi seorang Ibu. 🥇 Metropop 🥈 Duda 🥉 Comedy

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido