We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
2318
  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fanfic
Duniaku tidak pernah benar-benar tenang, selalu saja ada beban yang terasa berat di pundak. Namun, di kamar kos sederhana itu, aku menemukan sebuah ruang yang berbeda. Di sana, ada Juvan. Seseorang yang hadir tanpa bertanya tentang luka-luka yang kubawa, yang ada hanya untuk menemaniku di tengah bisingnya hari-hari yang melelahkan. Juvan tidak meminta apa pun, ia hanya menjadi bagian dari hariku yang paling sunyi. Mungkin bagi dunia, kami hanya dua orang yang kebetulan bertemu. Tapi bagiku, setiap detiknya adalah Amerta-sesuatu yang ingin terus kusimpan, meski aku tidak tahu berapa lama waktu yang sebenarnya kami miliki
All Rights Reserved
#3
funny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Kehilangan Cahayaku
  • Nama Yang Tak Pernah Disebut
  • Pembunuh Diantara Kami
  • Save Me, Kill Me | Martin ver. [✓]
  • Antara Tawa dan Luka/S1- Cortis Lokal Au/Angst [END]
  • The House That Was Bought With Wounds
  • Kael and His Family
  • HALF-BLOOD PRINCE | REVISION
  • Hi Alghsan| Kim Juhoon

Cortis fanfict! - Sinopsis - Sejak kecil, Martin tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang lain bahkan orang tuanya sendiri. Orang tua Martin membencinya. Karena menurut orang tua Martin, kelahirannya membawa kesialan. Martin hampir tidak merasakan kebahagiaannya selama ia hidup. Ia merasa bahwa ia hidup hanya untuk dibenci dan dikhianati, sehingga kesehatan mental dia memburuk Saat memasuki SMA, Martin mengira bahwa hidupnya berubah ketika ia bertemu seorang lelaki bernama Juhoon. Lelaki itu menyelamatkan hidupnya dan mereka berteman. Disitulah Martin mulai merasa nyaman dan merasa percaya diri untuk mengekspresikan dirinya. Baginya, Juhoon adalah cahaya hidupnya. Tetapi, tanpa Martin sadari, pertemanan mereka perlahan mulai meruntuh dan kesehatan mentalnya makin memburuk. (Ini tentu mengandung angst ya! Enjoy!!!)

More details
WpActionLinkContent Guidelines