Rewrite The Stars

Rewrite The Stars

  • WpView
    Reads 5,589
  • WpVote
    Votes 1,020
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 3, 2026
Zoey Amora Calista, aktris besar dengan senyuman yang sempurna, menyembunyikan dunia penuh retakan yang tak pernah diketahui siapa pun. Di balik sorotan kamera, ia berjuang melawan trauma masa kecil yang kembali menghantuinya saat ayah yang dulu melakukan kekerasan tiba-tiba muncul. Di tengah kekacauan itu, Zoey dipasangkan dengan Maxime Harrison Smith-aktor pendatang baru yang hangat, polos, dan punya luka tersembunyi sendiri. Chemistry mereka membuat penonton jatuh cinta, tapi juga mengancam hubungan lima tahun Maxime dengan Ellie, produser lini yang sekaligus teman dan rekan kerja Zoey. Ketika rasa aman akhirnya datang dari orang yang tak seharusnya ia cintai, dunia Zoey mulai runtuh. Kecemburuan Ellie berubah menjadi sabotase, masa lalu Zoey kembali mencakar, dan Maxime terjebak di antara cinta lama yang retak dan seseorang yang diam-diam ingin ia lindungi. Dalam hidup yang penuh rahasia dan luka, mereka dipaksa harus memilih. Menerima takdir yang memisahkan mereka, atau menulis ulang takdir.
All Rights Reserved
#1
sandrinna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines