Ketika Langit Merahasiakan Cinta

Ketika Langit Merahasiakan Cinta

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 359
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
Adam Malik Ibrahim adalah representasi keteguhan adab di tengah kerasnya Kairo. Demi membiayai pengobatan bapaknya yang lumpuh akibat stroke di Indonesia, mahasiswa Fakultas Syariah Al-Azhar ini rela memeras keringat berjualan katering bakso keliling. Di kota seribu menara ini, Adam memendam kekaguman suci pada Naila Khairunnisa, Ketua Wihdah yang anggun. Namun, sebuah titah perjodohan memaksa Naila pulang ke tanah air untuk menikah dengan seorang Gus pilihan abahnya, meninggalkan Adam yang patah hati dalam kepasrahan mutlak pada takdir. ​Tepat ketika modal dagangnya habis total akibat dicopet di stasiun Metro bawah tanah, Allah membuka gerbang takdir lain yang tak terduga. Adam diterima sebagai asisten riset Yasmin Camille Mansour, mahasiswi Sorbonne berdarah Prancis-Mesir putri seorang profesor internasional. Keluhuran akhlak, kejujuran, dan kecerdasan Adam di lapangan runtuh memikat hati Yasmin. Melalui jalur taaruf yang terhormat dan ketat menjaga syariat, Adam akhirnya resmi menikahi Yasmin di Zamalek, mengunci janji sakral untuk menjadikannya satu-satunya ratu di dalam rumah tangganya. ​Namun, Kairo belum selesai menguji mereka. Di Indonesia, suami Naila wafat secara mendadak saat bersujud di rakaat terakhir salat subuh. Didera trauma raksasa, Naila kembali ke Kairo sebagai janda muda yang patah sayapnya. Dipicu oleh keputusasaan dan ekspektasi sepihak masa lalu, Naila nekat mengirimkan sepucuk surat berbahasa Indonesia langsung ke tangan Adam-memohon ruang poligami demi menyelamatkan kehormatannya. ​Kertas itu menjelma menjadi bom waktu di atas sofa apartemen Zamalek. Demi melindungi hati Yasmin yang memegang janji setianya, Adam terpaksa meniupkan dusta pertamanya. Bidak catur telah bergerak, dan Kairo bersiap menjadi saksi atas sebuah keretakan rumah tangga yang tak akan pernah bisa direkatkan kembali dengan cara yang sama.
All Rights Reserved
#7
muslim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines