"Kita belum putus, kan?"

"Kita belum putus, kan?"

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2026
SENJA "Kita kan belum putus." Kalimat itu seharusnya terdengar lucu. Sampai Langit mengatakannya hampir setiap hari. Sampai dia memperkenalkanku sebagai pacarnya. Sampai dia cemburu saat ada cowok lain mendekat. Sampai aku menemukan kotak berisi kenangan tentangku yang disimpannya selama sebelas tahun. Dan sampai aku menyadari ... Tidak semua orang bisa bertahan mengingat seseorang selama itu. Apalagi jika orang itu cuma pacar tiga hari waktu SD. *** LANGIT Orang-orang selalu tertawa saat aku bilang Senja masih pacarku. Wajar, sih. Kami cuma pacaran tiga hari waktu SD. Tapi yang mereka nggak tahu adalah: hubungan itu nggak pernah berakhir. Senja cuma pergi terlalu jauh untuk bilang selamat tinggal. Dan sebelas tahun kemudian, saat semesta mengembalikannya ke hadapanku, aku sadar satu hal. ... Ternyata aku nggak pernah benar-benar berhenti menunggu. Sayangnya, Senja sudah lupa semuanya. Sedangkan aku ... masih ingat gadis itu sampai warna pita rambut yang dia pakai di hari terakhir kami bertemu.
All Rights Reserved
#48
university
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lintas Rasa (Completed)
  • Thirty, Marry and Clarity  (PINDAH DREAME)
  • KAYLA - Di Antara Dua Hati (TELAH TERBIT)
  • Rain And Ginephobia (end)
  • Liberosis
  • Unrequited Love
  • Love Stories in High School [END]
  • Heartache
  • Semusim di Bandung [SELESAI]
  • Daddy Kim✔

Bagaimana jika muslimah pengabdi Wikipedia, pemuda kolektor Injil, si budhist pencari kedamaian, dan gadis introvert beragama Hindu, bertemu dalam hubungan persahabatan? Satu lagi, pemuda "gila" yang memiliki pemahaman berbeda tentang Tuhan. Setidaknya, mereka memiliki satu kesamaan, sama-sama tidak suka fanatisme. Perlintasan rasa mereka lewati dengan cara masing-masing, juga ... mungkin kerja sama. Meski pada akhirnya, salah satu benar-benar menyimpan rasa yang berbeda karena logika. Tak ada yang ditutupi, ini bukan romansa dengan tokoh yang cinta dalam diam. Ini hanya kisah persahabatan dalam beda, cinta tanpa sama, feminisme secara sederhana, filsafat yang semoga tidak menggila, sejarah seadanya, juga ... toleransi seutuh-utuhnya. _________________ Warning! Cerita ini penuh dengan pemikiran-pemikiran berat, diskusi mendalam, serta topik-topik sensitif terutama masalah Ketuhanan. Kaum fanatik harap jauh-jauh karena pengupasan masalah akan menitikberatkan pada pandangan filosofis, bukan agamis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines