In the end, I trust you

In the end, I trust you

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Destined Love
College and University
Slow Burn
Nara Alessandra Maheswari. Perempuan yang tak pernah kenal hangatnya sosok ayah. Hidupnya penuh kebohongan dan kehancuran. Bukan cinta yang ia takuti, melainkan luka yang ditinggalkan masa lalu. Karena itu ia membangun dinding tinggi di sekeliling hatinya, yakin bahwa menjaga jarak adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Hingga Arka Adhyaksa Daneswara datang. Tanpa janji manis, ia hanya berdiri di luar tembok itu, cukup lama sampai Nara berani mengintip dari celahnya. Kehadirannya tenang, tapi aneh... Untuk pertama kalinya, Nara merasakan kembali rasa aman di dekat seseorang yang tak pernah ia minta. Sayangnya, menjaga jarak saja tak cukup untuk lari dari masa lalu. Ayah yang tak pernah ada di hidupnya tiba-tiba muncul, dan bayangan pengkhianatan mantan pacarnya kembali menghantui. Arka jadi satu-satunya orang yang ia lihat saat ini. Masalahnya, bisakah ia percaya lagi? Setelah dua orang yang ia sayangi meninggalkannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines