Perjalanan Luka [Arsean]

Perjalanan Luka [Arsean]

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
⚠️ TW: Cerita ini mengandung kekerasan terhadap anak, darah, senjata api dan senjata tajam, konsumsi alkohol dan produk tembakau, trauma psikologis, pertarungan fisik, aksi berbahaya, pengabaian emosional, pemisahan anak dari orang tua, serta adegan mental breakdown. Harap membaca dengan bijak. Darion Vegas Clara. Remaja yang sejak kecil berteman dengan pahit dan kesengsaraan. Parahnya lagi, semua kesengsaraan itu bersumber daripada ayahnya, Alaric Fernandez Arsean. Alaric tidak mengakui Darion. Menganggap anaknya sebuah komoditas yang harus 'sempurna' bahkan memperlakukan Darion seperti samsak. Semua berawal dari obsesi dan posesif-nya Alaric terhadap kekasihnya. Cinta yang bertransformasi menjadi obsesi. "Seharusnya kau bersyukur masih saya biarkan hidup. Kau pemutus hubungan saya dengan kekasih saya!" - Alaric Fernandez Arsean/Kaelrick. "Udah tua pun masih brengsek! Padahal kekasihnya gak cinta sama kau." - Darion Vegas Clara. "Kau seperti bocah labil yang tiba-tiba punya anak dari kecelakaan." - Airlangga Diego Arsean. Book ini adalah bagian dari gerakan #peduliTW dan #penulispedulitw by @MinMoaiFia Bagi yang berminat memakai tagar #pedulitw bisa langsung pakai saja ya, syaratnya beri TW secara rinci di awal bab dan di deskripsi book. Mari kita normalisasi pemakaian TW di setiap karya tulis kita.
All Rights Reserved
#122
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Ervan Carolline
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • Side Character Syndrome
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SALAH OBAT
  • AVISENA
  • The Last Antagonis

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines