Pendar -- Si Naif dan Pena(nya)

Pendar -- Si Naif dan Pena(nya)

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
"Kamu menyedihkan, apa kamu pikir dengan semua masalahmu aku akan siap dengan tangan terbuka menerima itu?." Ujarnya lantang. "Aa-paa?" ujarku tergagap. Tidak mungkin, kau dengar apa yang barusan ia katakan? benarkah ia pria yang ku kenal?. Tanyaku lirih. "Maaf harus kukatakan ini, tapi masalahmu terlalu banyak. Mendengarnya saja aku tak sanggup. Melelahkan!" Sontak aku tertawa mendengarnya. "hhaa, apa kamu sadar yang kamu ucapkan sangat ka-sar?." Ujarku tertawa sumbang. Ia mengepalkan tangan lalu berkata "yaaa!" Ini gila, mengapa hatiku bisa jatuh pada lelaki bajingan sepertinya?
All Rights Reserved
#885
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • GALEN PRADIPTA
  • New life, New problems [END]
  •   My Switched Daughter END
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines