Jam Segitu Siapa yang Baik-Baik Aja

Jam Segitu Siapa yang Baik-Baik Aja

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Raka nggak pernah berniat jadi orang asing yang peduli. Malam itu dia cuma mampir ke minimarket buat beli kopi kaleng sebelum balik ke shift malamnya. Tapi di depan rak roti, ada Nara-pegawai shift malam yang berdiri terlalu lama sambil memegang roti cokelat. Bagi orang lain, itu cuma roti. Bagi Nara, benda kecil itu menyimpan kebiasaan lama, rumah yang terasa jauh, dan satu nama yang masih susah dia hubungi. Dari obrolan receh soal kopi murah, customer aneh, mi cup yang terlalu lembek, dan roti cokelat yang nggak jadi-jadi dibeli, Raka dan Nara pelan-pelan saling melihat bagian lelah yang biasanya mereka sembunyikan. Bukan cerita tentang orang yang langsung sembuh. Bukan juga tentang cinta yang datang heboh. Cuma tentang dua orang yang ketemu di jam paling rawan, lalu sadar: pura-pura baik-baik aja ternyata capek juga.
All Rights Reserved
#1
shiftmalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siap-siap Jadi Ibu
  • Out of Reach (Selesai)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Night Calls
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied
  • Círculo del Destino
  • (Not) BELONG TO YOU
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Under The Authority Of Senopati

Sejak awal pernikahan, Vanila Anggraini sudah menegaskan satu hal: dia memilih childfree. Namun suatu malam, sepulang dari kantor, Vani disuguhi adegan perselingkuhan suaminya, Riki. Tepat di dapur rumah mereka sendiri. Vani hanya menyapa dingin, lalu mengunci diri di kamar, menangis sepuasnya. Dia patah hati, sekaligus sadar bahwa ego laki-laki untuk memiliki keturunan memang tidak akan pernah bisa dia penuhi. Vani menolak luka dan menjadi seorang workaholic. Di tengah tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya itulah ia bertemu dengan Danuarta. Klien duda, anak satu. "Boleh aku panggil Ibu?" Vani sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tertawa garing, berusaha mencairkan kekakuannya sendiri. "Hahahaha... boleh, boleh banget, kok." Siapa sangka, tingkah absurd remaja itu justru pelan-pelan membuat keduanya dekat, persis seperti Ibu dan Anak. Tanpa sadar juga menarik Vani semakin jauh ke dalam kehidupan sang duda. Setelah setahun mengenal, Vani kembali mengenakan cincin di jari manisnya, juga resmi memegang peran baru yang paling ia hindari dulu. Menjadi seorang Ibu. 🥇 Metropop 🥈 Duda 🥉 Comedy

More details
WpActionLinkContent Guidelines