DARCO
  • WpView
    Reads 17,416
  • WpVote
    Votes 1,318
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 5 hours ago
Mimpi buruk Aldira dimulai saat dirinya diasingkan ke Lapas Nephthys. Sebuah skandal di rumah sakit sebelumnya menjadi awal dari kehancuran karier wanita itu. Lapas Nepthys menjadi tempat awal baginya bertemu dengan seorang pembunuh berdarah dingin-Darco Lacius Morris. Rumor tentang pria itu sukses membuatnya merinding. Namun beberapa kejadian tak sengaja muncul tepat di depan mata Aldira. Hal itu membuat sang Dokter merasa penasaran. Sampai rasa penasaran itu berubah jadi candu yang mematikan. Aldira melihat apa yang tidak dilihat orang-orang. Tapi sial. Hal itu justru membuatnya jatuh pada perangkap monster lain. Diincar oleh Darius, kakak Darco yang terobsesi dengan segala milik pria itu. Termasuk Aldira. PLAGIAT JAUH-JAUH YA SAYANG!
All Rights Reserved
#190
fiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines