Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Room 304: Crossing the Line

Room 304: Crossing the Line

  • WpView
    GELESEN 98
  • WpVote
    Stimmen 14
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juni 5, 2026
WpInfo
Fanfic
Ada beberapa orang yang masuk ke hidupmu seperti musim. Datang perlahan, meninggalkan jejak, lalu pergi ketika waktunya habis. Namun ada juga orang-orang yang datang seperti badai. Tidak diundang, tidak diharapkan, dan mengubah seluruh hidupmu sebelum kamu sempat menutup pintu. Ini kisah Ayden dan Ellio yang dipaksa tinggal di kamar yang sama, kamar 304. Ukuran tiga kali tiga meter, satu jendela kecil, dua ranjang, satu kipas angin tua yang berisik, dan terlalu banyak rahasia yang belum siap dibicarakan. Semuanya bermula dari sebuah krisis, bukan krisis cinta, bukan pula krisis akademik, melainkan krisis tempat tinggal. Dimulai dari sebuah garis batas sederhana yang ditarik dengan lakban kuning di lantai Kamar 304. Garis yang dibuat Ayden pada hari pertama mereka tinggal bersama. Dengan satu aturan tegas: "Jangan melewati batas wilayahku." Tidak ada yang menyangka bahwa beberapa bulan kemudia.Mereka justru akan kesulitan menentukan di mana batas itu berakhir dan di mana perasaan mereka dimulai.
Alle Rechte vorbehalten
#12
ellio
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Arrogant Master! (WangXian)
  • Into the Character (XieNan)
  • Soul Rebirth《再生之灵》 || YuShuai✔
  • [END] Erasure (ShenGao / LangTu)
  • SEKUNTUM BADAI SEUMUR HIDUP
  • change the prophecy - ZhuYi
  • ​"WangXian: Melampaui Penyesalan di Balik Salju Gusu" (Yizhan)//END
  • You Never Fought Back-Versi Bahasa Indonesia
  • [END] Too Late For "ALWAYS" (ShenGao/LangTu)
  • Sisa-sisa CINTA yang menyakiti

Wei Wuxian tidak pernah gagal membaca garis merah takdir. Sejak muda, ia bisa melihat benang tipis yang menghubungkan orang dengan jodohnya. Semua orang punya, kecuali dirinya. Selama tiga puluh satu tahun hidupnya, benang merah di jarinya hanya menggantung pendek-tak pernah memanjang, tak pernah menempel ke siapa pun. Hingga hari itu. Seorang pemuda magang masuk ruangan wawancara. Usianya jauh lebih muda, wajahnya tenang seperti patung dewa, tatapannya dingin. Dan tiba-tiba, benang merah di jari Wei Wuxian melesat... menempel lurus ke jari pemuda itu. Wei Wuxian hampir menjatuhkan bolpoin. "Nama?" suaranya terdengar serak. "Lan Wangji," jawabnya singkat.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien