"Sejarah itu tidak mati. Ia hanya menunggu orang yang tepat untuk mendengarkan bisikannya."
Bagi Fitrah, menginjakkan kaki di Istanbul bukan sekadar untuk mengejar gelar master. Di bawah langit negeri para sultan yang dingin, ia siap bergulat dengan debu-debu manuskrip kuno dan arsip tebal Ottoman. Bersama dua sahabatnya, Syarif dan Azil, ia memulai kehidupan baru di jantung distrik Fatih. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Najwa lewat sebuah insiden İskender Kebab yang kacau di sebuah kedai di Beyazıt. Najwa-mahasiswi Indonesia yang anggun, santun, dan tenang-perlahan mulai mengisi ruang kosong di hati Fitrah. Di antara riuh rendah suara trem dan kemegahan Hagia Sophia, melodi takdir mulai merajut kisah manis mereka. Namun, simfoni yang mulai selaras itu tiba-tiba sumbang ketika sebuah seminar mahasiswa internasional digelar di Istanbul.Di sanalah ia muncul kembali. Perempuan dari masa lalu Fitrah.Ia adalah seorang mahasiswi asal Indonesia yang kini menempuh studi di Maroko.
Kehadirannya yang tiba-tiba di Istanbul membawa kembali rekam jejak kenangan lama yang belum sepenuhnya usai, menguji keteguhan hati Fitrah dan mengusik ketenangan Najwa.Di antara dinginnya angin Bosphorus, pilihan masa lalu, dan keraguan yang mulai menyelinap, akankah Fitrah dan Najwa berhasil menemukan jalan pulang ke koordinat yang sama?
All Rights Reserved