Atap yang Retak S2 : Darah yang memanggil

Atap yang Retak S2 : Darah yang memanggil

  • WpView
    Reads 3,468
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
WpInfo
Fanfic
"Jika retakan di atap bisa diperbaiki dengan kayu dan paku, lalu bagaimana cara menyatukan fondasi yang sejak awal dibangun di atas tanah kuburan?" 𝐒𝐓𝐀𝐑𝐓: [03.06.26] 𝐖𝐀𝐑𝐍𝐈𝐍𝐆 ❗❗ •𝟏𝟔+ 𝐂𝐨𝐧𝐭𝐞𝐧𝐭 •𝐇𝐚𝐫𝐬𝐡 𝐖𝐨𝐫𝐝𝐬 (Kata-kata Kasar) •𝐕𝐢𝐨𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞 & 𝐁𝐮𝐥𝐥𝐲𝐢𝐧𝐠 (Kekerasan & Perundungan) •𝐃𝐚𝐫𝐤 𝐅𝐚𝐦𝐢𝐥𝐲 𝐃𝐲𝐧𝐚𝐦𝐢𝐜𝐬 • ( karangan fiksi tidak ada sangkut pautnya pada idol atau visual yang terlibat) ( ^..^)ノ [ 𝐃𝐎𝐍'𝐓 𝐂𝐎𝐏𝐘 ❗ ] [ 𝐎𝐍-𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆 ] Tinggalkan jejak berupa VOTE dan KOMENTAR sebagai bentuk dukungan untuk kesembuhan luka mereka. [ 𝐍 𝐎 𝐓 𝐄 ] Selamat menyelami kisah yang penuh air mata dan perjuangan. Semoga kamu menemukan sedikit cahaya di antara kegelapan hidup mereka. (。◕‿◕。) 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠!
All Rights Reserved
#263
coer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • The King & The Doctor ✓
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines