Morph
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Slice of Life
Highschool
Semoga kalian suka ceritanya, aku sangat menantikan dukungan dan cinta kalian untuk karya ku ini *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Sa lu percaya adanya reinkarnasi gak?"..... Katanya metamorfosis itu proses yang menyakitkan Katanya sayap baru tumbuh setelah kepompong nya hancur.... SAIRA BASWARA gadis cantik yang tumbuh dengan banyak cinta yang dia dapat dari keluarga dan teman-temannya,... kecuali lelaki yang jadi incaranya. 6 tahun lamanya mereka saling mengenal sedari dulu, karena lingkungan relasi bisnis keluarga mereka yang sering bertemu, sampai mereka cukup sering bertemu juga untuk saling mengenal. Syadid Mahendra Pria muda tampan dengan seribu satu kelebihan nya, terlahir dari keluarga yang sangat berada membuat nya tumbuh dengan sangat hebat, berprestasi, disegani, disukai (kalo ini author juga suka heheh). "Sa berisik tau gak" Dia menyesali teramat ucapannya itu, bukan maksud membentak wanita itu, hanya saja dia ingin sedikit ketenangan. Hmmm seperti apa ya kisah asmara dua remaja yang sifatnya bertolak belakang ini... cinta di bangku SMA + beraneka konflik remaja yang siap membumbui kisah mereka...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines