#5 Bertahun-tahun lalu Aurelia Harum memilih pergi ke luar negeri demi mengubur dalam-dalam kenangan pahit tentang Vano Wijaya, Vano adalah pria yang menghancurkan hatinya dan Vano adalah babak paling kelam dalam hidup yang telah resmi ditutup rapat oleh Aurel Tapi bagi Vano kepergian Aurel benar-benar membuatnya hilang arah dan rasa bersalah yang mendalah bahkan kini dia berubah menjadi sosok yang angkuh dan kejam Kini takdir kembali mempertemukan mereka tepat di hari pertama Aurel bekerja, dia langsung di pertemukan kembali dengan Vano yang tak lain adalah pemimpin perusahaan, pria itu berdiri di hadapannya bukan lagi sebagai kekasih masa lalu melainkan sosok berkuasa yang angkuh "Lama tidak jumpa Aurelia" suara bariton itu terdengar dingin, penuh penekanan yang membuat rahang Aurel mengeras "Kenapa kamu kembali? Apa kamu merindukan saya?" "Sayangnya takdir punya cara yang buruk, kalau saya tahu pemimpin perusahaan ini adalah anda....Tuan Wijaya, saya tidak akan pernah melangkahkan kaki ke sini" balas Aurel tanpa gentar Vano menyeringai tipis lalu maju selangkah demi mengikis jarak di antara mereka "Benci setengah mati pun tidak bisa merubah kalau kamu sekarang ada di bawah kendaliku Aurel dan kalau sudah masuk tidak akan bisa keluar" Di mata Aurel hanya ada kebencian dan di mata Vano hanya ada keangkuhan, lalu bagaimana kedepanya? Apa takdir kembali menyatukan atau malah sebaliknya? Tidak ada yang tau bukan? Karena kisah baru mereka baru di mulai
More details