James dikenal di kampus sebagai mahasiswa pendiam yang selalu duduk di bangku terakhir. Nilainya nyaris sempurna. Senyumnya tipis. Hidupnya terlihat biasa. Tidak ada yang tahu bahwa setiap malam, ia turun ke dunia lain. Di bawah tanah, ia punya nama berbeda: Zero. Arena ilegal. Darah. Taruhan. Sorakan penonton. Dan seorang pria bernama Damien yang memperlakukan manusia seperti angka. James bertarung bukan karena ingin. Ia bertarung karena ibunya sakit. Karena hutang keluarganya menumpuk. Karena tidak ada jalan pulang yang murah. Di satu sisi ada dunia kampus: Raka, Dio, Kevin, dan Henny yang perlahan menyadari bahwa James menyimpan terlalu banyak luka. Di sisi lain ada Black Dragon: tempat para monster dilahirkan, tempat belas kasih dianggap kelemahan. Saat identitasnya mulai terbuka, saat tekanan meningkat, dan saat lima petarung elite diturunkan satu per satu, James dipaksa memilih: tetap menjadi Zero, atau mempertahankan dirinya sebagai manusia. Ini bukan cerita tentang pahlawan. Ini cerita tentang seseorang yang terus dipukul dunia... namun masih mencoba berdiri. Tentang persahabatan yang lahir di tengah rahasia. Tentang cinta yang harus diam. Tentang tubuh yang boleh hancur, tapi hati yang menolak mati. Dan tentang satu keinginan paling sederhana: ingin pulang.
More details