Dunia boleh meremukkanmu hingga menjadi abu, Menghujamkan kecewa hingga jemarimu kelu. Namun ingatlah, kaulah pemilik tunggal perekat jiwamu, Satu-satunya yang mampu merajut kembali pecah menjadi tuju. Yara mencoba memahami dunia melalui benang dan jarum sulamnya. Apakah kebencian yang ia terima hanyalah sebuah hiburan, ataukah sang penindas sebenarnya sedang menyembunyikan kepahitan yang jauh lebih besar? Lalu hadir Azam Raditya, sosok dengan punggung kokoh yang berdiri di antara sela-sela kehancuran Yara. Sebuah rahasia masa lalu membawa Azam melangkah masuk, menawarkan payung di tengah hujan kekecewaan yang tak kunjung reda. Ini adalah sebuah perjalanan tentang jemari yang gemetar namun menolak untuk menyerah. Tentang bagaimana Yara merajut kembali setiap pecahan hatinya, menemukan bahwa dalam setiap sulaman perih, selalu ada ruang untuk sebuah pengampunan dan cahaya baru. Sebab terkadang kita perlu dihancurkan berkali-kali untuk tahu bagaimana cara menjadi utuh yang sesungguhnya
More details