Utara Abangdja

Utara Abangdja

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
"Bisik halus di renung hati... Sungguh, aku mencintai bumi. Maka Laut, tolong kebumikan aku." Utara hanyalah serpihan dari pahatan agung bernama Selatan. Mahakarya Sang Pencipta yang sempurna. Tapi dunia melihatnya sebagai gulma. Tak punya daya tarik, tak pantas disamakan, selalu berbeda. Orang-orang berlalu di depannya tanpa menoleh. Tanpa tahu siapa yang mereka lewati, siapa yang mereka lukai, dan siapa yang mereka abaikan. "Oh, Bunda... Maafkan Utara karena menjadi aib keluarga." Isi pikirannya tiap ia melihat foto keluarga yang dibingkai dan dibiarkan berdebu di loteng rumah buruk rupa. Ia bicara pada dunia seperti orang yang sudah di ujung tanduknya. Tangannya bergerak kaku, jemarinya dipaksa. Wajahnya datar, padahal dia cukup tampan. Tapi baginya semua sia-sia. Karena pada akhirnya, ia tetap tak pernah dianggap sama. Sampai matanya bertemu biru. Langit senja yang meleleh, gradasi toska dan jingga berpadu jadi satu di atas pasir berdebu. Rasanya seperti rumah satu-satunya yang mau menerimanya. Dan tanpa sadar, ia tenggelam terlalu dalam ke dalamnya. #BisikTatbunda Cerita saya pahat dan tenun satu persatu secara mandiri, tanpa meniru karya orang lain. Bila pun ada kesamaan dalam urusan latar belakang, nama karakter, dialog, ataupun yang dirasa sama dengan cerita lain, mohon maaf. Itu hanya kebetulan yang tak sengaja saya lakukan sahaja. Semua yang saya tulis bersifat belaka, jangan sambung pautkan dengan dunia nyata. Karena mereka dua dunia yang berbeda, layaknya Utara dan Selatan. Jadi tolong pengertiannya. Ditulis, semasa Rabu, 3 Juni 2026. Dan berakhir dalam ketidak tentuan waktu. Dalam kata lain, masih berlanjut hingga @Tatbunda menghendakinya berhenti. #9 Cortis
All Rights Reserved
#140
james
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lentera Teduh
  • Retak yang Sama (REVISI!)
  • Paper Heart Days
  • Sembuh?
  • Angka dan Samudranya
  • Naren dan Kepulangan✓
  • Denting Yang Pulang
  • Letter to God
  •  Laut temaram
  • ABIMANA

𝗔𝗿𝘀𝗮𝘃𝗮 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗯𝗮𝘀𝘁𝗶𝗮𝗻 datang dengan trauma yang membuatnya sunyi dan menahan dirinya dari banyak hal. Sementara 𝗝𝗲𝗿𝘃𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗱𝗲𝗴𝗮𝗿 𝗪𝗶𝗿𝗮𝘁𝗮𝗺𝗮, tampak dingin dan berjarak terhadap orang asing, seolah tidak ada siapa pun di dunia ini yang layak ia pedulikan selain dirinya sendiri. Mereka dipersatukan di rumah yang terasa terlalu luas untuk hati yang sama-sama takut mendekat. Rumah yang perlahan berubah menjadi lentera teduh, tempat keduanya saling menemukan ketenangan yang tak pernah mereka bayangkan. Apakah kedekatan ini akan menjadi penyembuh... atau justru luka baru yang tak terhindarkan? ft. 엄성현 • 나재민 © earavv 19.02.2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines