CASE FILE : CHENLE | JICHEN

CASE FILE : CHENLE | JICHEN

  • WpView
    Lectures 144
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 9, 2026
WpInfo
Fiction
Mystère
Culture & Identité
Di Neocult University, semua hal harus bisa dicatat. Kalau tidak bisa dicatat, berarti tidak pernah benar-benar ada. Jisung hanya mengikuti aturan itu. Sampai satu nama muncul di halamannya tanpa penjelasan. Chenle. Tidak ada subjek. Tidak ada awal. Tidak ada konteks. Hanya satu catatan yang terasa terlalu rapi untuk disebut kesalahan. Dan semakin Jisung mencoba mengabaikannya, semakin banyak hal lain yang mulai terasa... tidak konsisten. Masalahnya bukan apakah catatan itu benar atau salah. Masalahnya, kenapa dia tidak ingat pernah mulai menulisnya? JICHEN AREA! Started : 04/06/26 End :
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu