The Lost Aurelian

The Lost Aurelian

  • WpView
    Reads 779
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Aren Aurelian Kematian seharusnya menjadi akhir. Namun bagi seorang remaja berusia lima belas tahun, kematian justru menjadi awal dari mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan. Terbangun di dunia asing yang dipenuhi sihir, monster, dan bahaya yang mengintai di setiap sudut, ia mendapati dirinya berada dalam tubuh orang lain. Tubuh seorang pemuda yang tidak memiliki apa pun. Tidak ada kekuatan istimewa. Tidak ada bakat luar biasa. Tidak ada masa depan yang menjanjikan. Dengan hanya mengandalkan tekad dan pengalaman hidupnya, ia berusaha bertahan di dunia yang terasa begitu kejam. Namun semakin jauh ia melangkah, semakin ia menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Beberapa peristiwa yang seharusnya tidak terjadi mulai bermunculan. Orang-orang yang tidak seharusnya mengenalnya menunjukkan ketertarikan yang aneh. Dan tanpa ia sadari, keberadaannya perlahan menarik perhatian pihak-pihak yang seharusnya tidak pernah berhubungan dengannya. Di dunia tempat rahasia lebih berbahaya daripada pedang, satu langkah yang salah dapat mengubah segalanya. Tetapi yang tidak diketahui oleh siapa pun adalah... Bahwa rahasia terbesar bukanlah dunia tempat ia berada. Melainkan dirinya sendiri. Sebuah kisah fantasi tentang petualangan, persahabatan, keluarga, kehilangan, dan pencarian jati diri di dunia yang menyimpan lebih banyak misteri daripada yang terlihat. Selamat membaca 😘🫢
All Rights Reserved
#93
sahabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Weingarten
  •  Arga's Second Life
  • Chronoblade
  • Theodoric Lincoln Abelard
  • Hit The Mask
  • My Beloved Third Prince
  • Zyruvie Elnathenz
  • Terminally-Ill Son Duke
  • LEAVE ME ALONE
  • BE GOOD BOY

Tubuhku mulai dingin sejak hari itu - perlahan, tanpa sebab. Teman menjauh, keluarga diam, dan aku belajar berbicara hanya dengan sunyi. Mereka menyebutnya penyakit. Aku menyebutnya kutukan. Namun di balik kesepian, ada cahaya yang tak pernah padam... menuntunku pulang ke arti hidup yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines