Arlan Syailendra Adiwangsa (17 tahun) adalah "bayangan" di rumahnya sendiri. Sejak usia lima tahun, ia memikul beban dosa yang tidak pernah ia lakukan: kecelakaan mobil tragis yang merenggut nyawa ibunya. Bagi Bram, sang ayah, Arlan adalah pengingat luka. Bagi Raka, sang kakak, Arlan adalah penghancur kebahagiaan keluarga. Selama 12 tahun, Arlan hidup sebagai pelampiasan amarah, dihujat sebagai pembawa sial, dan dipaksa mengabdi dalam kebencian. penasaran gimana cerita Arlan? yuk baca lengkap nya
More details