The Fate That Was Never Written

The Fate That Was Never Written

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Alya mencintai sebuah novel terlalu dalam-hingga suatu hari ia terbangun di dalamnya sebagai Seraphina Aurelianne Valemora, tokoh sampingan yang ditakdirkan mati sebelum cerita utama dimulai. Berbekal pengetahuan tentang masa depan, Alya berusaha mengubah nasib orang-orang yang ia sayangi, terutama Alaric Valemont Ardhavel, Grand Duke yang kehilangan segalanya karena sebuah fitnah. Namun setiap perubahan yang ia buat perlahan mengacaukan alur cerita yang seharusnya. Takdir mulai bergeser, rahasia demi rahasia terungkap, dan masa depan yang dulu ia hafal kini menjadi sesuatu yang tak lagi bisa ia prediksi. Di dunia yang tak lagi mengikuti naskah aslinya, Alya harus memilih: menerima kematian yang telah dituliskan untuk Seraphina, atau mempertaruhkan segalanya demi menciptakan akhir yang baru. Karena untuk pertama kalinya, akhir cerita ini belum tertulis.
All Rights Reserved
#82
nctwish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Last Hope - Cawooz
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Garwo
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Servant [James Harem]
  • Justine
  • Same, But Not

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines