Clover Karmalogy

Clover Karmalogy

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Kalau kalian hidup cuma sebentar, apa yang akan kalian lakukan? "Gue Karmalogy Lintang Hukum, kalau hidup gue cuma sebentar, untuk apa hidup serius." -Karmalogy Lintang Hukum. Karma yang menjalankan hidup dengan ogah-ogahan dan tanpa tujuan hidup, berubah ketika datangnya Cleora Aditama ke dalam hidupnya, sebagai Keberuntungan bagi Karma. Yang ia sebut, Clover. "Karma, kamu itu harus serius belajarnya! Hidup cuma sekali, jalankan dengan sepenuh hati." -Cleora Aditama. "Awalnya gue emang ga ada tujuan hidup, tapi sekarang gue akan hidup demi Cleora. My Clover."
All Rights Reserved
#597
pintar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines