Titik Akhir

Titik Akhir

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
Sebagian orang pernikahan menjadi jalan satu-satunya untuk keluar dari masalah hidup, namun siapa sangka justru pernikahan adalah langkah awal untuk menghadapi masalah yang lebih serius. Ada yang bilang pernikahan sebuah lotre, jika beruntung kamu akan bahagia sampai maut memisahkan. Namun jika tidak, maka kehidupan yang hanya sekali akan membawa penderitaan yang tiada henti. Mendapatkan suami yang sempurna itu adalah bonus dari sang maha Kuasa, apalagi keluarga suami yang begitu menjadikanmu sebagai bagian dari keluarganya itu sebuah keuntungan besar bagi hidupmu. Sayangnya, tidak semua manusia bisa beruntung seperti itu. Dan terkadang titik akhir bukanlah sebuah perpisahan melainkan awal baru untuk kebahagiaan.
All Rights Reserved
#23
samantha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • Pawang Hantu Om Aktor

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

More details
WpActionLinkContent Guidelines