Meninggalkan Lembah Sarawit sebagai petani biasa, Jarog melangkah keluar membawa rahasia darah sang ayah, mendiang Panglima Besar Barajanata. Di dalam nadinya, mengalir warisan bela diri kuno Telapak Tangan Guntur Wijaya Kusumah dan takdir yang membawanya menemukan Bunga Inti Api Planet pusaka legendaris yang mengubah raganya menjadi wadah abadi elemen api.
Namun, kekuatan fisik dan api belumlah cukup untuk menembus takdirnya.
Dalam pengembaraan awal menuju Kota Raja Kerajaan Jaya Wijaya, Jarog mengalami perubahan spiritual yang agung, menemukan Jalan Sejati sebuah keyakinan mutlak yang menyelaraskan jiwanya dengan detak jantung alam semesta. Kesadaran suci ini membentuk secara gaib melalui perwujudan gambaran yang mencengangkan sebuah Kitab Sejati yang terpampang membentang luas di langit, mengukir untaian kalimat-kalimat bercahaya yang sakral.
Melalui pemahaman Jalan Sejati ini, seluruh proses Tapakerta Jarog menjadi tanpa batas segala ilmu tingkat tinggi, dan rahasia kuno dapat di serap dengan kemudahan yang mustahil dilakukan oleh Tapakertawan lain. Lebih dari sekadar olah kanuragan fisik, Jarog kini menguasai Sastra Kalimat Kebenaran Sejati. Saat berhadapan dengan musuh-musuhnya, kalimat gaib dari langit itu akan mewujud menjadi senjata hukum alam yang mutlak, meremukkan kebatilan hanya lewat untaian aksara kebenaran.
Dengan berbagai senjata-senjata pusaka pamungkas spiritual, pembuatan pil-pil Ajaib, binatang peliharaanya, dan tiga manik inti api trinatha di genggamannya, Jarog menaklukan Lima Benua di planet Riyabuana. Gerbang langit terbuka, langkah kakinya akan terbang menembus batas atmosfer menuju kegelapan galaksi, menantang penguasa Sembilan Planet Raksasa dengan singgah dan menaklukan planet-planet satelit kecil di sekitarnya satu demi satu.
Dari seorang anak petani yang terasing di balik kabut, inilah kisah kelana agung jagat raya tentang sang master Tapakerta sastra kebenaran sejati yang akan membakar dan menyucikan semesta JAROG!
All Rights Reserved