Harapan dalam Bayang-Bayang (New)

Harapan dalam Bayang-Bayang (New)

  • WpView
    Reads 829
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Discrimination and Bullying
Grief and Bereavement
Gloria adalah gumpalan kebencian. Kemarahan yang mendarah daging pada keluarga besarnya lambat laun menyebar ke seluruh orang di sekitarnya pula. Ke teman-teman sekelasnya, pelayan yang mengasuhnya sejak kecil, dan bahkan orang-orang asing yang tidak dia kenal. Di antara semua samsaknya, ada satu yang sampai memutuskan bunuh diri. Dia Hera, teman yang dirundungnya setiap hari. Panji adalah bencana berjalan. Kesadisan yang ditunjukkan ayahnya sejak kecil menjadikannya agen propaganda yang menghancurkan hidup banyak orang. Di antara semua korbannya, ada satu yang bertahan. Dia Gloria, pembunuh teman kecilnya yang selalu mengingatkannya dengan sisi gelapnya sendiri. Sisi rapuh menjijikan yang selama ini berusaha keras dia buang. Awal hubungan keduanya adalah sekutu yang ingin saling memanfaatkan. Tidak ada yang menduga bahwa suatu hari mereka akan saling menyerang, menyembuhkan, menghancurkan, memperbaiki, membakar dan memadamkan amarah satu sama lain hingga kebencian itu terkikis sendiri. Larut dalam tempat di mana setitik harapan muncul dan bersemayam, lalu mengubah alur hidup keduanya pelan-pelan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Stealing My Husband
  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • MOTHER
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines