SI BAHLIL DAN SI VIGAI
-Dua duda, dua tetangga, Dua Sahabat Rebutan Janda-
Bagi Si Bahlil (60 tahun), pensiunan rapi yang super irit, hari tua yang tenang adalah kemewahan. Sialnya, kemewahan itu dirusak oleh Si Vigai (61 tahun), duda berantakan seberang rumah yang hobi menyetel musik dangdut volume maksimal dan bertingkah sok muda. Selama dua dekade, ritual harian mereka tidak pernah berubah: saling melempar ejekan, menyabotase umpan pancing, dan beradu urat leher di warung kopi hanya untuk membuktikan siapa yang masa tuanya paling makmur.
Namun, perang dingin dua duda tua ini mendadak berubah menjadi Perang Dunia ketiga saat Mbak Merry-seorang janda kembang paruh baya yang modis dan eksentrik-pindah ke kampung mereka.
Seketika, minyak rambut jadul dikeluarkan, parfum beraroma menyengat disemprotkan, dan otot-otot yang sudah encok dipaksa tegap demi menarik perhatian sang primadona. Mulai dari aksi pamer mangga manis, sabotase jemuran, hingga komedi tragis naik wahana kora-kora di pasar malam dilakoni demi status "pria idaman".
Di tengah persaingan sengit memperebutkan hati Mbak Merry, sebuah rahasia besar dari anak-anak mereka mendadak terungkap dan mengancam ego terbesar keduanya: Mereka terancam harus menjadi besan!
Apakah Bahlil dan Vigai akan bersatu demi cinta, atau justru makin gila mempertahankan gengsi masa tua mereka?
Sebuah kisah komedi domestik yang renyah, penuh banyolan sarkas, dan membuktikan bahwa menjadi tua bukan berarti harus menjadi dewasa.
All Rights Reserved