JODOH VERSI ERROR

JODOH VERSI ERROR

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Luna pikir dijodohin itu drama sinetron. Ternyata realitanya lebih parah: suaminya Tama, cowok introvert yang ngomongnya kalah kenceng sama suara kulkas. Satu rumah, dua dunia. Luna extrovert yang mulutnya nggak ada rem, sedangkan Tama manusia mode silent 24/7. Ortu bilang "serasi karena saling melengkapi", Luna bilang "ini mah bug sistem". Awalnya Luna niat ngajakin cerai. Tapi lama-lama error ini malah jadi jodoh paling nyaman yang nggak pernah dia ekspektasikan. Pantengin terus ya keseruan kisah Luna dan Tama dalam cerita 'JODOH VERSI ERROR'
All Rights Reserved
#47
bawel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Kaka Kelas (REVISI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Chasing Sanara

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines