KOMPLEK PERMATA | Renjun Harem ft. JiChen

KOMPLEK PERMATA | Renjun Harem ft. JiChen

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Hai, ini akun kedua @jelliesrj. Di sini aku bakal lanjutin buku komplek permata karena alasan yang udah aku jelasin di halaman akun. ••••• Tentang lima pemuda yang tiba-tiba diusir dari kost-kostan mereka. Katanya, ibu kost terlilit hutang dan berniat untuk menjual rumah tempat kost kelima pemuda itu. Alhasil, dengan rasa tidak rela mereka mencari rumah lain untuk disewa bersama. Hingga sampailah di komplek permata, rekomendasi dari tetangga yang merasa iba melihat kejadian pengusiran mereka. Namun, sepertinya mereka tidak jadi menyesal karena sudah diusir. Lantaran mereka seperti menemukan hidden gem di komplek perumahan yang baru. "Pantes aja namanya komplek permata." ••••• Local story, marriage life, mature, BXB (genderswitch), agegap, ageswitch. Note: Cerita ini dibuat dari hasil pemikiran dan imajinasi saya. Cerita ini juga dibuat tanpa maksud untuk merendahkan atau melecehkan pihak mana pun. Mohon maaf jika ada kata atau kalimat yang membuat kalian tersinggung. Silakan berikan saya kritik dan saran langsung melalui direct message. © jelliesrj & dolphyne © Cover by dolphyne Start: 04 Februari 2025
All Rights Reserved
#52
renjunharem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • TO THE LIGHT - JAEREN
  • 𝙶𝚎𝚝 𝙻𝚘𝚜𝚝 . 𝙹𝚊𝚎𝚖𝚛𝚎𝚗
  • NCT LIFE(bobrok)
  • About Time ~ [Jaemin] || OnGoing
  • The Villain's Mother
  • Fall In Love Again
  • PENDING LOVE || [ON GOING]
  • [✔️] your name ; gonsuk
  • Almost Married (END)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines