Rania selalu percaya bahwa hidupnya adalah miliknya sendiri. Jadi ketika kedua orang tuanya mengumumkan bahwa ia telah dijodohkan dengan Gavin-cowok tengil yang paling membuatnya kesal-Rania langsung menolak tanpa ragu.
Sayangnya, Gavin sama keras kepalanya.
Ditolak mentah-mentah membuat harga diri Gavin terluka. Sejak saat itu, setiap pertemuan mereka selalu berubah menjadi adu mulut. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau kalah.
Di tengah kekacauan itu, ada Randy, sosok yang selama ini mengisi hati Rania. Ramah, lembut, dan selalu membuatnya nyaman. Namun semakin dekat dengannya, semakin Rania sadar bahwa menjadi satu-satunya di hati Randy mungkin tidak semudah yang ia bayangkan.
Sementara itu, ada Cahaya yang memilih mencintai Gavin dalam diam. Menyimpan perasaan yang tidak pernah berani ia ungkapkan, sambil melihat orang yang dicintainya perlahan jatuh hati pada orang lain.
Ketika gengsi lebih besar daripada keberanian untuk jujur, perasaan yang sederhana bisa berubah menjadi rumit.
Akankah Rania tetap memperjuangkan cinta pertamanya?
Atau justru menemukan kebahagiaan pada seseorang yang sejak awal tidak pernah ia inginkan?
Karena terkadang, yang paling sulit bukanlah jatuh cinta.
Melainkan mengakui bahwa kita sudah terlanjur mencintai.
"Terlalu Gengsi"
Tentang dua orang keras kepala yang saling mencintai, tetapi terlalu gengsi untuk mengatakannya lebih dulu. 💙📖✨
All Rights Reserved