Everlasting Glimmer

Everlasting Glimmer

  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jun 5, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Primeiro Amor
Cotidiano (Slice of Life)
Aku mengira binar itu akan redup seiring berjalannya waktu. Aku mengira sosok yang kukagumi sejak jemari kecilku masih belajar mengeja hanyalah cinta monyet yang akan berakhir ketika musim berganti. Nyatanya, aku keliru. Bertahun-tahun telah berlalu. Lembar demi lembar kehidupan berganti, tetapi sosoknya tetap menjadi satu-satunya standar yang tak pernah mampu dirobohkan oleh siapa pun. Ia pergi jauh mengejar impiannya tanpa sempat berpamitan, namun bayangnya tertinggal, mengunci hatiku rapat-rapat hingga aku tumbuh dewasa. Dan kini, ketika takdir kembali mempertemukan kami, aku menyadari bahwa waktu ternyata tidak mengubah apa pun. Jantung ini masih berdetak untuk orang yang sama. Namun, di balik tatapan asing yang ia berikan, aku mulai bertanya pada diriku sendiri. Apakah perasaan yang kurawat sendirian selama ini akan tetap menjadi luka yang tak pernah usai, atau justru berubah menjadi selamanya yang selama ini kuimpikan?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo