Crown of Ashes -Keonhoon-

Crown of Ashes -Keonhoon-

  • WpView
    Membaca 1,996
  • WpVote
    Vote 315
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 12, 2026
Sepuluh tahun lalu, Kilian Ashford meninggalkan July Hartwell. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali untuk mengambilnya. Di tengah permainan politik, proyek pembangunan kontroversial, dan rahasia yang menghubungkan keluarga mereka dengan para elite Easton, July harus memilih antara kebenaran yang selama ini ia perjuangkan atau pria yang tidak pernah benar-benar melepaskannya. Karena beberapa sangkar tidak dibuat dari besi, melainkan dibuat dari cinta.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love me or die
  • I'm Not Just a Figuran
  • Last Hope - Cawooz
  • Same, But Not
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Justine
  • Garwo
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan