Hanya Sekedar Teman

Hanya Sekedar Teman

  • WpView
    LECTURES 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé sam., juin 27, 2026
Mereka selalu bersama, kemana mana berdua, saling jaga, saling dukung.orang lain kira mereka pacaran,tapi mereka selalu jawab serempak:" ENGGAK, KITA CUMAN TEMAN AJA GA LEBIH!" tapi... apa iya cuma teman? kalau cuma teman' kenapa cemburu kalau ada orang lain Deket? kalau cuma teman, kenapa jantung berdebar kalau tatapan mereka bertemu? kalau cuma teman, kenapa rasanya Takut banget kehilangan satu sama lain? (aing lah tersendir inces 😭) ini tentang dua hati yang paling sayang,tapi terjebak di kata "JUST FRIENDS".
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Auto Save!
  • Halo, Kanael!
  • Trouble Maker
  • ELIAN ✓
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Target Si Supir
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu