Brother
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
Realitanya hukum itu gak bisa kita anggap adil bagi semua orang tapi dengan adanya hukum kita bisa merasa terlindungi dan bisa menjadikan patokan dalam bertindak, keseimbangan hukum perlu di jalankan dimana dalam bertindak kita tidak boleh melihat dalam satu pandangan melainkan kita harus melihat seluruh halnya mau dari sisi yang paling besar ataupun kecil Cerita ini mengisahkan seorang pengacara yang dimana dia di cap sangat buruk di dunia praktisi hukum karena bertindak semena-mena di dalam pengadilan namun di balik tidakannya itu dia terus menciptakan keadilan yang sangat baik bagi kliennya sendiri dia sampai dia bertemu dengan pak darma seorang jaksa yang dingin dia juga gila terhadap pembenaran hukum dia selalu menjadi orang yang sangat di santuni di kantor kejaksaan. Suatu saat dimana pengacara dan jaksa itu harus menjadi rekan kerja dimana jaksa yang mengetahui sikap pengacara itu yang sangat tidak sesuai dengan norma yang ada membuatnya sangat tidak menyukainya, namun karena suatu hal membuat mereka berdua menjadi rekan yang sangat akrab bahkan sang jaksa menganggap pengacara itu sebagai adiknya sendiri. bagaimana kelanjutannya ayok lanjut baca ke bab 1 enjoy semuah
All Rights Reserved
#379
keadilan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CONTROLLED CHAOS
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Possessive Male Lead
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Love me or die
  • The Servant [James Harem]
  • I'm Not Just a Figuran
  • MINE [Keonhyeon]

Niat awal Kanara cuma satu: menjahili Renjana Sagara. Dosen berkacamata itu terlihat terlalu lurus, terlalu kaku, dan terlalu polos, mangsa empuk untuk seorang budak korporat yang butuh hiburan. Namun, Kanara salah besar. Saat sang dosen akhirnya kehabisan kesabaran dan melepaskan kacamatanya, Kanara baru sadar ia telah membangunkan predator. "Sudah puas main-mainnya, Kanara? Karena sekarang, giliran saya." Sekarang, siapa yang sebenarnya jadi mangsa siapa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines