The Last Embrace of A Star

The Last Embrace of A Star

  • WpView
    MGA BUMASA 404
  • WpVote
    Mga Boto 39
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
"Enggak bisa, Ian!" Justin akhirnya meledak, melangkah mendekat dengan mata memerah menahan tangis. "Lo mau dia collapse lagi di atas panggung, di depan ribuan orang, dan mungkin kali ini enggak ketolong lagi?!" "Gue enggak mau itu terjadi juga, Bang!" Ian membalas, air matanya akhirnya jatuh. "Tapi kalo kita larang dia sekarang, itu cuma bisa jadi hal yang paling dia sesali sepanjang sisa waktu yang dia punya!" "NYAWA DIA LEBIH PENTING DARIPADA PENYESALAN! LO GILA, YA?!" "GUE TAU ITU, BANG! GUE TAU BANGET!" Ian berteriak balik, suaranya pecah sepenuhnya. "Tapi ini juga soal gimana dia mau ngabisin waktu yang tersisa itu dan dia udah milih, Bang. Dari awal dia udah milih!" ........ "Aku akan terus menyanyi dan menari, sampai Tuhan yang menyuruhku berhenti." Rupanya, setiap kata punya nyawa. Theo seolah mengundang sendiri takdir tragis itu terjadi. Bagaimana jika langit terketuk dan mendengar jeritannya? Bagaimana malaikat yang tengah lewat mengaminkan dan menyampaikan kepada Sang Pemilik Alam Semesta? Bukankah ia harus memperjuangkan untuk tak ingkar? Disclaimer⚠️ Cerita ini murni sebagai cerita fiksi, jika ada kesamaan nama, gelar, kisah, mungkin hanya ketidaksengajaan. Happy reading❤️
All Rights Reserved
#18
mimpi
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Pilu Membiru
  • Wardhana Triplets
  • ᴜɴsᴘᴏᴋᴇɴ ɢᴏᴏᴅʙʏᴇ
  • KAZEL
  • Unlimited [TAMAT]
  • About Him
  • Where the Light Fades
  • Sky.
  • Batas Antara Layar dan Realita
  • Kiraal, Mother's Child

Ia selamat, itu seharusnya menjadi sebuah keajaiban. Namun, sejak hari ketika kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan yang sama, hidupnya tak pernah benar-benar kembali. Kini, ia hanya memiliki satu keluarga yang tersisa. Sayangnya, tidak semua orang menganggap kehadirannya sebagai berkah. Ketika rumah yang ia sebut "rumah" mulai terasa asing, ia pun dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak pernah ingin ia jawab. Haruskah ia tetap bertahan, atau pergi agar tak lagi menjadi beban?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman