We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sekar Pawestri

Sekar Pawestri

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Arsen Mahendra menjaga Galeri Pawestri seperti ia menjaga sisa napas ibunya. Tapi hidupnya berubah ketika Javas Ardhana Wiratama, pewaris keluarga batik besar dari Solo, datang membawa tawaran kerja sama yang lebih mirip ancaman. Javas dingin, arogan, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau. Arsen lembut, tenang, tapi tidak mudah tunduk. Mereka saling bertabrakan, saling menyakiti, lalu perlahan jatuh pada perasaan yang tidak pernah direncanakan. Sampai Arsen mengandung anak Javas. Dan ketika cinta seharusnya menjadi tempat pulang, Javas justru menjadi alasan Arsen pergi.
All Rights Reserved
#194
lgbtq
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stahl und Seide | Boy's Love [End]
  • Iketan Sesaji: Desa Wanadri [BL]
  • Danar & Naya ( bl lokal )
  • Banda Neira [BL]
  • Batik Pembawa Cinta
  • Seni & Hati (End )
  • Belok Kiri, Ujungnya Kamu
  • Lembang Dawuh [BL Lokal]
  • ALAM BERCERITA [Mpreg]
  • Kartika Ing Kisma Dhahas 🔞 | END✓

Di tengah Perang Dunia yang berkecamuk, Letnan Konrad Weiss, seorang prajurit muda berusia 26 tahun, dikenal sebagai perwujudan disiplin dan ketegasan. Baginya, pertempuran adalah kewajiban, dan kelembutan adalah kemewahan yang tidak boleh dimiliki oleh seorang tentara. Namun, ketika ia terluka parah di garis depan, ia dikirim ke sebuah rumah sakit militer, tempat ia bertemu dengan seorang dokter bernama Dr. Elias Roth, seorang pria berusia 30 tahun yang memiliki tangan selembut sutra namun hati sekuat baja. Elias, yang sudah terlalu sering melihat nyawa melayang di medan perang, tidak memiliki kesabaran untuk pria-pria yang menganggap perang sebagai satu-satunya jalan hidup. Namun, ada sesuatu dalam diri Konrad yang membuatnya tak bisa berpaling-sesuatu di balik tatapan tajam dan sikap dinginnya yang membuat Elias ingin mengerti lebih dalam. Di antara luka yang belum sembuh dan pertempuran yang terus berkecamuk di luar sana, Konrad dan Elias mendapati diri mereka semakin terikat. Seiring waktu, perbedaan di antara mereka tidak lagi menjadi jurang pemisah, tetapi jembatan yang menghubungkan. Konrad, si baja yang keras dan tak tergoyahkan, perlahan belajar bahwa kelembutan bukanlah kelemahan. Sementara Elias, si sutra yang lembut namun penuh luka, menemukan bahwa terkadang, memiliki seseorang yang bisa diandalkan adalah satu-satunya hal yang membuat manusia tetap bertahan. Namun, perang tidak memberi ruang bagi cinta untuk berkembang. Ketika panggilan tugas kembali menggema dan perpisahan menjadi tak terhindarkan, mereka harus memilih-apakah mereka akan tunduk pada takdir, ataukah mereka akan melawan dunia untuk sesuatu yang lebih berharga dari kemenangan: satu sama lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines