temaram || On Going

temaram || On Going

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
Kamu nggak pernah tahu, kan, gimana sakitnya ditinggal saat aku mati-matian ngebela orang yang aku sayang di depan keluarga besarku?" Suara Anna pecah. Telunjuknya tak berhenti menghunjam ke dada Dion seolah ingin melampiaskan seluruh luka yang selama ini dipendam. "Kamu nggak pernah tahu rasanya ditinggal karena kamu nggak yakin aku perempuan baik-baik. Kamu nggak pernah tahu rasanya ditinggal saat aku lagi butuh kamu... saat kamu seharusnya ada buat ngebela aku," napasnya memburu. Air mata membasahi wajah yang kini tampak jauh lebih pucat daripada biasanya. "Kamu juga nggak pernah tahu rasanya nerima cacian dari keluarga karena udah ngebela laki-laki yang ternyata cuma mempermainkan aku." Suaranya semakin meninggi sebelum akhirnya pecah menjadi isakan. "Sakit, Dion... sakit. Setiap hari terasa seperti mati buat aku." Dion terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat dengan jelas apa yang telah ditinggalkannya. Wajah Anna yang pucat. Tubuhnya yang jauh lebih kurus dibanding terakhir kali mereka bertemu. Mata sembab yang seolah tak pernah benar-benar kering, semua itu menjadi bukti betapa hancurnya gadis yang kini berdiri di hadapannya. "Kamu nggak pernah tahu..." suara Anna melemah, nyaris seperti bisikan. "Seberapa keras aku berjuang buat tetap hidup saat aku merasa mati jauh lebih baik." Tubuhnya bergetar hebat. Kakinya yang sejak tadi menopang beban luka perlahan kehilangan kekuatan. Sebelum kesadarannya benar-benar runtuh, Anna menjatuhkan diri berjongkok di hadapan Dion. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Ia menunduk, memeluk tubuhnya sendiri, seolah berusaha menyatukan kembali bagian-bagian dirinya yang telah lama hancur. Dan untuk pertama kalinya, Dion melihat luka yang selama ini hanya ia tinggalkan tanpa pernah benar-benar ia saksikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sin of The Villainess
  •   My Switched Daughter END
  • A Family of Villains
  • GALEN PRADIPTA
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • New life, New problems [END]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • The Duke'S Red String
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK

Sera terbangun sebagai Seralyne Veyrath, villainess yang ditakdirkan mati, dihukum penggal atas perintah tokoh utama laki-laki pada hari pertamanya naik takhta. Sera hanya ingin satu hal: bertahan hidup. Untuk itu, dia mengambil satu keputusan, menjelaskan siapa dia sebenarnya, lalu membebaskan budak di penjara bawah tanah yang selama ini dilecehkan oleh tokoh Seralyne. Rhovant Winterfeld. Budak Seralyne. Tokoh utama laki-laki. Putra Mahkota yang hilang. Orang yang kelak akan mengeksekusinya. Dan yang mengejutkan adalah ... laki-laki itu memiliki wajah yang mirip dengan wajah mantan kekasih Sera di dunia modern. "Mengapa Anda membuang saya?" Dia mencium kaki Seralyne, seolah itu hal paling wajar di dunia. "Bukankah Anda menyukai wajah saya, My Lady?" * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines