Rin tak tahu, apakah ini memang takdir bagi keduanya untuk bertemu. Saat dirinya masih terluka, atas apa yang terjadi di hidupnya. Kepercayaan menjadi sebuah momok menakutkan baginya, membangun tembok tinggi. Saat seseorang mendekatinya, menjadi sosok berbeda yang tak mengenal belas kasih. Hidup segan matipun tak mau. Semuanya sama, terasa kosong. Akan tetapi, pertemuan itu merubah cara pandangnya. Bahwa memang hidup tak ada yang sempurna. Bahwa, saat hidup saja sudah menjadi sesuatu yang berharga. Sepele bukan, tetapi ternyata punya banyak makna untuknya. 🥀📸✉️🖤
More details